Kisah ini bermula dari pengalaman mencekam seorang pilot senior bernama Kapten Baskara yang dibagikan melalui kanal YouTube RJL 5. Kejadian ini terjadi pada masa evakuasi dan pengiriman bantuan pasca tsunami Aceh sekitar tahun 2004-2005. Saat itu, beliau bertugas menerbangkan pesawat kargo Fokker 27 dalam misi kemanusiaan di bawah naungan PBB (UN). Pengalaman yang awalnya merupakan tugas rutin, berubah menjadi sebuah misteri yang tidak masuk akal secara logika navigasi udara.
Pada suatu malam, Kapten Baskara bersama kru lainnya melakukan penerbangan terakhir dari Banda Aceh menuju Medan. Suasana di bandara saat itu sudah sangat sepi dan mencekam, bahkan bau jenazah masih tercium jelas terbawa angin. Sesaat setelah lepas landas (take off), keanehan mulai terjadi. Semua instrumen navigasi pesawat, mulai dari GPS hingga radio komunikasi, tiba-tiba mati total. Pesawat seolah terbang dalam kegelapan pekat (pitch black) tanpa panduan arah yang pasti.
Di tengah kepanikan tersebut, Kapten Baskara secara tidak sengaja menoleh ke arah kanan pesawat. Ia melihat sebuah pemandangan yang mustahil: sebuah kota besar yang sangat terang benderang di tengah hutan lebat Bukit Barisan. Kota tersebut tampak modern dengan gedung-gedung tinggi dan lampu jalan tol yang tersusun rapi. Padahal, secara geografis, wilayah yang mereka lalui hanyalah hutan rimba tanpa pemukiman besar apalagi kota metropolitan. Untuk informasi menarik lainnya seputar kejadian mistis, Anda bisa mengunjungi infoviral.biz.id.
Keanehan tidak berhenti di situ. Kru pesawat lainnya yang berada di kabin belakang juga menyaksikan hal yang sama hingga mereka berlari ke kokpit karena ketakutan. Sang Kapten instruktur, Kapten Sutopo, dengan tegas memerintahkan kru untuk tidak terus melihat ke arah kota tersebut agar tidak "terfiksasi" atau terhipnotis oleh pemandangan gaib tersebut. Suasana semakin kacau ketika salah satu kru sempat mengalami gejala seperti kesurupan di tengah penerbangan yang tidak menentu tersebut.
Setelah melewati zona misterius itu, instrumen pesawat tiba-tiba kembali menyala dengan normal. Namun, kejanggalan yang paling nyata ditemukan saat pesawat mendarat di Medan. Berdasarkan catatan waktu mesin (engine lock), mesin pesawat telah menyala selama 2 jam, padahal waktu tempuh penerbangan (flight time) hanya tercatat 1 jam. Ada selisih waktu 1 jam yang hilang begitu saja, seolah-olah mereka telah masuk ke dimensi lain di mana waktu berjalan berbeda. Pihak ATC di Medan pun mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut sempat hilang dari radar selama satu jam.
Pengalaman mistis ini menjadi salah satu kisah pilot paling menyeramkan yang pernah diceritakan, mengingat pilot biasanya bekerja berdasarkan data dan logika. Kejadian di Bukit Barisan ini sering dikaitkan dengan keberadaan "Kota Gaib" atau peradaban bunian yang konon memang ada di sepanjang pegunungan Sumatera. Kisah lengkap mengenai pengalaman luar biasa ini dapat disaksikan langsung melalui tautan video di bawah ini.
Referensi Video:
KISAH PILOT TERSERAM?! 1 PESAWAT HILANG DI LANGIT MALAM SUMATERA, MASUK KOTA GAIB? - RJL 5
0 Komentar